Saturday, March 19, 2011

Pencari cinta - 83

IMAN...




" Argh! Tidak..! Tolong! Tolong! Jangan bakar aku! Jangan bakar aku! Arghh.., tidak..! Mak, ayah, tolong saya..! " Penumpang didalam kapal terbang semuanya terkejut melihat ada suara yang menjerit secara tiba-tiba. Suasana tenang didalam kapal terbang bertukar menjadi panik. Beberapa anak kapal bergegas untuk memastikan keadaan dalam kawalan dan apa yang sebenarnya berlaku.

" Dik, dik... Adik tak apa-apa? " Iman tersedar dari tidur setelah dikejutkan oleh pemuda yang duduk disebelahnya.

" Oh, saya bermimpi rupanya. " Iman mengusap-usap mukanya beberapa kali. Suasana kembali terkawal, namun jari jemari Iman masih lagi menggigil-gigil. Lega mereka bilamana tiada perkara serius yang berlaku. Pramugari-pramugari tadi pun kembali menyambung tugas mereka.

" Nah, minum air ni. " Pemuda yang duduk disebelahnya menawarkannya sebotol air mineral.

" Eh, tak mengapalah bang.., saya o.k. Cuma mimpi saya ni agak menakutkan sedikit. " Suara Iman masih lemah. Dahinya dibasahi air peluh dengan wajahnya yang sedikit kemerahan.

" Takpa lah, minumlah sedikit. " Iman pun menyambutnya dan minum beberapa teguk.

" Hmm, adik simpanlah buat bekalan. Err.., Selalu ke mimpi macam ni? "

" Tak.., saya baru kena dua hari. "

" Ngeri sangat ke mimpi tu? "

" Seperti benar. " Agak serius wajah Iman semasa menjawab. Terperanjat abang itu melihat kesungguhan dan mimik muka Iman menegaskan tentang mimpi ngerinya.

" Adik mimpi apa sebenarnya? " Pemuda itu semakin berminat untuk mengetahui cerita selanjutnya.

" Kehidupan selepas mati. "

Kapal terbang dari Australia ke Malaysia akan mendarat sebentar lagi, Iman akan memulakan harinya yang pertama di Malaysia. Suasana masih lagi gelap. Iman tiba lebih kurang jam dua pagi. Pak Su sedang menunggunya di lapangan terbang.


No comments:

Post a Comment